Siapa sangka, polusi udara yang diduga hanya menyerang kesehatan paru paru bisa ganggu perkembangan kognitif atau kecerdasan anak. Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis paru dr Agus Dwi Susanto, SpP. "Diperkirakan 2 miliar anak di seluruh dunia terdampak polusi udara berat. Berdampak pada pertumbuhan, perkembangan termasuk gangguan kognitif," ungkapnya pada media briefing virtual, Rabu (9/8/2023).
Lebih lanjut, dr Agus menjelaskan jika polusi udara bisa masuk melalui jalur indra penciuman (olfaktori) atau jalur lainnya. "Hal ini berdampak pada kongitif anak dalam proses pertumbuhan," tegasnya. Riset lain menunjukkan peningkatan polutan ini berkaitan dengan tingkat intelektual dan intelegensi yang lebih rendah pada anak usia 2 tahun, pra sekolah dan usia sekolah.
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di 8 Provinsi hingga Desember 2023, Ini Jadwal Selengkapnya! Rute dan Jadwal Kapal Labobar Terbaru November 2023: Cek Selengkapnya Ini Capres Cawapres 2024 dengan Elektabilitas Tertinggi di Jateng Versi Hasil Survei Litbang Kompas
Survei Capres 2024 Terbaru: Elektabilitas Paslon Terkuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 192: Membuat Teka teki Silang Tema Perdagangan Bebas Halaman 4 Jadwal Bioskop Hari Ini, Kamis 2 November 2023, Cek Daftarnya di Sini
Pertemuan Kylian Mbappe Dengan Bos Liverpool Pakai Jet Pribadi, Pembicaraan Transfer Kian Intensif Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 126 127 Semester 2: Pertanyaan Telaah Halaman 3 "Pajanan polusi udara NO2, PM, hidrokarbon, polisiklik berkaitan dengan tingkat intelegensia dan intelektual," papar dr Agus.
Pajanan polusi udara bahkan dapat berdampak dari awal masa kandungan. Beberapa studi menemukan dampak lain polusi udara terhadap perkembangan fungsi otak anak. Di antara seperti persepsi dan sensori informasi yang lebih lambat.
Lalu fungsi memori, atensi dan koordinasi motorik yang lebih rendah. Bisa pula berdampak pada regulasi diri dan emosi yang lebih rendah. Namun, riset ini masih ada kemungkinan dipengaruhi faktor, sosial ekonomi pajanan toksin dan lainnya. Sehingga butuh studi lanjutan.
Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
