Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta, mengaku mengalami penurunan omset imbas sepinya jumlah pembeli. Keluhan pedagang ini pun viral di media sosial. Seorang pedagang menyebut sepinya Pasar Tanah Abang imbas kebiasaan belanja masyarakat yang beralih ke e commerce alias pasar online. Pedagang pun meminta Pemerintah untuk segera menindak TikTok Shop yang menjadi salah satu sepinya pembeli di pasar offline.
Bahkan, menurunnya omset penjualan berdampak kepada gaji para penjaga toko di Pasar Tanah Abang. "Kita kan produksi sendiri, bayar sewa sendiri. Saya sudah ngomong ke pengelola," ungkap seorang pedagang seperti dikutip akun TikTok Pasar Tanah Abang. "Untuk Saat ini kita butuh orang datang ke tempat kini. Kadang karyawan seminggu nggak digaji (ditunda) karena Bos enggak dapet uang," sambungnya.
Arya Khan Banting Tulang Jualan Singkong, Ini Cara Pinkan Mambo Lariskan Dagangan Suami: Kapan Lagi Arya Khan Joget India saat Pinkan Mambo Sibuk Bantu Jualan Singkong Bukan Cemburu, Mahasiswi di Depok Dibunuh karena Berontak dan Teriak, Diperkosa usai Dicekik Pelaku
Pinkan Mambo Mau Nikahi Arya Khan yang Jualan Singkong, Kakak Jadi Terharu, Omzet Disebut Triliunan Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 192: Membuat Teka teki Silang Tema Perdagangan Bebas Halaman 4 Pinkan Mambo Bantu Suami Jualan , Rela Lakuklan ini Agar Dagangan Singkong Arya Khan Laris Manis
Spanduk Tolak Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Dipasang di Ruko, Begini Respons Walikota Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 126 127 Semester 2: Pertanyaan Telaah Halaman 3 Pedagang tersebut mengaku pembeli kian sepi sejak masyarakat gemar membeli barang di pasar online, hal ini terjadi sejak 2017.
Bahkan, sekalipun para pedagang mengobral barang dagangan, para pembeli pun tak kunjung tertarik untuk membeli. "Tanah Abang nggak ada orang. Karena berpengaruh ke omset. Saya sudah bertahun dagang, pengennya dari dulu berkembang," ucapnya. "(Kalau kita beralih) di online agak ribet prosesnya. Kita ngobral barang aja sekarang sulit," pungkasnya.
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan, para pelaku usaha yang membuka toko di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta, mengalami penurunan pendapatan imbas sepinya jumlah pengunjung atau pembeli. Bahkan, imbas sepinya pembeli ini telah membuat omset para pedagang mengalami penurunan hingga 50 persen. Hal ini diungkapkan Menteri Teten saat dirinya melakukan kunjungan ke Pasar Tanah Abang pada Selasa siang (19/9/2023).
"Tadi saya berkunjung ke Pasar Tanah Abang, saya sudah mendengar bahwa di Pasar Tanah Abang banyak yang cukup terdampak," ungkap Teten. "Tadi saya juga sudah keliling keliling, saya juga sudah tanya penurunannya rata rata di atas 50 persen," sambungnya. Sebelumnya, sepinya jumlah pembeli di Pasar Tanah abang disinyalir karena telah bermigrasinya masyarakat dalam membeli barang barang secara offline menjadi online, alias masyarakat membeli di platform e commerce.
Namun faktanya, banyak pedagang di Pasar tersebut yang telah bertransformasi dengan berdagang di e commerce. Dan pendapatannya tetap menurun. Menurut Teten, turunnya omset pedagang diduga karena masih banyaknya peredaran barang impor yang harganya jauh lebih murah dari produk produk lokal. "Tapi saya berkesimpulan, produk yang dijual oleh mereka tidak bisa bersaing karena ada produk produk impor dijual dengan harga yang murah sekali," papar Teten.
Untuk itu, Teten mengungkapkan bahwa Pemerintah akan berupaya untuk memperketat laju barang impor khususnya pakaian. "Mungkin yang perlu kita atur itu adalah mengenai arus barang masuk, apakah produk produk barang Consumer Goods yang masuk ke Indonesia ini ilegal, atau memang kita terlalu rendah menerapkan tarif bea masuk kita terlalu longgar, terlalu mudah," ucap Teten. "Untuk misalnya tidak ada pembatasan produk produk apa saja yang boleh masuk, padahal pesan Pak Jokowi kepada semua Menteri untuk tidak mengimpor barang barang yang kita memang bisa produksi," pungkasnya.
