Hingga saat ini, Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), gandum merupakan komoditas pangan yang paling banyak diimpor ke Indonesia, yakni mencapai 11,2 juta ton per tahun. Untuk mencukupi konsumsi bahan pokok di Tanah Air serta memberikan alternatif pengganti gandum saat ini, pemerintah terus mendorong pemanfaatan pangan lokal yang potensial.

Melihat potensi besar dari penanaman jagung pulut pelangi, CEO PT Tetra Jaya Plusindo, Zahra Amalina menekankan pentingnya peningkatan produksi jagung pulut pelangi demi menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi kepada Kelompok Tani Mukti di Desa Leuwimalang, Kecamatan Ciawi, Bogor pada akhir November ini. Menurutnya, sebagai jenis jagung yang punya tekstur seperti ketan, keberadaan jagung pulut pelangi mampu membuka peluang menjadi sumber pangan yang siap di ekspor. “Kini, banyak potensi pangan lokal yang mampu mendukung ketahanan pangan," kata Zahra ditulis Minggu (3/12/2023).

Ia menyebut, jagung pulut tak hanya memiliki cita rasa yang enak, gurih dan pulen, melainkan memiliki kandungan antosianin yang dipercaya dapat membantu mencegah penyakit alzheimer dan demensia. Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di 8 Provinsi hingga Desember 2023, Ini Jadwal Selengkapnya! Rute dan Jadwal Kapal Labobar Terbaru November 2023: Cek Selengkapnya

Ini Capres Cawapres 2024 dengan Elektabilitas Tertinggi di Jateng Versi Hasil Survei Litbang Kompas Jadwal Bioskop Hari Ini, Kamis 2 November 2023, Cek Daftarnya di Sini Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 192: Membuat Teka teki Silang Tema Perdagangan Bebas Halaman 4

Cek Jadwal Pemadaman Listrik di Makassar Hari Ini, Kamis 19 Oktober 2023 Survei Capres 2024 Terbaru: Elektabilitas Paslon Terkuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 126 127 Semester 2: Pertanyaan Telaah Halaman 3

Karena itu, Zahra menekankan para petani pentingnya melakukan inovasi pangan ke jagung pulut demi meningkatkan ketahan pangan agar menjadi komoditas pangan lokal andalan. "Lewat sosialisasi, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan petani binaan, menciptakan bisnis yang strategis, dan membantu meningkatkan ketahanan pangan Indonesia ke depannya,” jelas Zahra. Tak hanya fokus pada jagung pulut pelangi, Zahra juga memberikan pemahaman mengenai multifungsi dari sumber pangan yaitu feed, food dan fuel seperti tanaman sorgum.

Sebagai unsur feed, tanaman sorgum adalah sumper pangan yang multifungsi karena bisa digunakan sebagai pakan ternak seperti susu sapi perah. Dalam unsur food, sorghum juga dapat diolah menjadi produk seperti tepung, kecap, dan gula. Adapun unsur fuel, sorghum mampu menjadi bahan bakar bioetanol, briket,serta menjadi bahan baku untuk energi terbarukan di masa mendatang.

Dalam kegiatan diskusi bertema Inovasi Pangan Bersinergi Menyehatkan Negeri, Tetra Jaya Plusindo bekerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah VII Ciawi, yang diikuti 45 peserta.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *