Lembaga pemeringkat kredit Moody's menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun 2023, dari awalnya berada di level 1,1 persen kini naik menjadi 1,9 persen. Sebelum ekonomi Amerika mengalami revisi, Moody's dan sejumlah lembaga pemeringkat Fitch sempat berpandangan bahwa pengetatan suku bunga yang dilakukan bank sentral The Fed akan menjadi penghambat pertumbuhan Amerika. Namun secara mengejutkan perekonomian AS perlahan mulai mencatatkan momentum positif, ditandai dengan turunnya laju inflasi dikisaran 3 persen hingga jadi yang terendah sejak Maret 2021. Dorongan ini yang membuat Moody's merevisi prospek ekonomi Amerika di tahun 2023.
“Kami telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi 1,9 persen pada tahun 2023, karena kuatnya momentum ekonomi yang mendasarinya,” tulis Moody’s dalam sebuah laporan yang dikutip Reuters. Dengan revisi tersebut, Moody's kini menjadi satu satunya lembaga tiga besar yang memiliki peringkat triple A terbaik untuk AS setelah penurunan peringkat Fitch bulan lalu. Berbanding terbalik dengan Amerika, ekonomi China justru mencatatkan kemerosotan selama beberapa bulan terakhir dan membuat Moody's terpaksa memangkas pertumbuhan ekonomi China di tahun 2024 menjadi 4 persen dari level sebelumnya yakni 4,5 persen.
Sinopsis dan Jadwal Tayang Sousou no Frieren, Anime Fantasy yang Segera Tayang di Musim Fall 2023 Moody's Revisi Prospek Ekonomi Amerika, Naik Jadi 1,9 Persen Tayang Perdana, Ini Link Nonton Anime Tate no Yuusha no Nariagari Season 3 Sub Indo
Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 170 174 Kurikulum Merdeka: Penilaian Pengetahuan Bab 6 Halaman 4 “Data dari Tiongkok menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi dari kebijakan nol COVID yang berkepanjangan masih tidak terdengar, karena momentum pembukaan kembali yang terlihat pada bulan Maret, April dan Mei tampaknya memudar,” kata Moody’s dalam laporannya. Krisis ekonomi yang mengintai Beijing, terjadi usai bank sentral China mengambil langkah agresif dengan mengerek naik suku bunga. Namun akibat pengetatan tersebut, ekonomi negeri tirai bambu ini dilanda krisis di tengah lonjakan utang pemerintah yang telah mencapai 123 triliun yuan.
Kondisi tersebut kian diperparah dengan tingginya angka pengangguran kaum muda, serta rendahnya investasi asing, dan anjloknya perdagangan China yang turun menjadi 80,6 miliar dolar AS pada Juli 2023. Serangkaian tekanan itu yang membuat ekonomi China dilanda perlambatan, bahkan target 5 persen pertumbuhan ekonomi China kemungkinan besar tidak akan tercapai di tahun 2023 akibat masalah ini.
